Sejarah
Sejarah
Suku Duanu dan Tradisi Menongkah
Bekawan merupakan salah satu tempat tinggal utama Suku Duanu di Kecamatan Mandah. Suku ini melestarikan tradisi menongkah, yaitu berselancar di atas lumpur menggunakan papan untuk mencari kerang.
Komunitas Bugis
Selain Suku Duanu, Bekawan juga dihuni oleh masyarakat suku Bugis yang memegang teguh adat, salah satunya tradisi pernikahan sesuku untuk menjaga keturunan.
Desa Bekawan
Desa Bekawan di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dikenal sebagai wilayah yang kaya akan warisan adat, khususnya bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Duanu (Suku Laut) dan komunitas Bugis. Desa ini menjadi ikon budaya melalui tradisi Menongkah Kerang dan mempertahankan adat pernikahan sesuku pada komunitas Bugis.
Poin Penting Sejarah dan Budaya Bekawan:
| - | Suku Duanu dan Tradisi Menongkah: Bekawan merupakan salah satu tempat tinggal utama Suku Duanu di Kecamatan Mandah. Suku ini melestarikan tradisi menongkah, yaitu berselancar di atas lumpur menggunakan papan untuk mencari kerang. Pemerintah Desa Bekawan secara aktif mengembangkan tradisi ini sebagai objek wisata desa. |
| - | Komunitas Bugis: Selain Suku Duanu, Bekawan juga dihuni oleh masyarakat suku Bugis yang memegang teguh adat, salah satunya tradisi pernikahan sesuku untuk menjaga keturunan. |
| - | Lokasi dan Geografis: Bekawan merupakan salah satu desa di Kecamatan Mandah. Kecamatan Mandah sendiri merupakan wilayah bersejarah yang sudah berdiri sejak 27 September 1938, sebagai bagian dari Kesultanan Indragiri. |
| - | Legenda Lokal: Dalam cerita rakyat Indragiri Hilir, daerah Mandah (termasuk kawasan sekitar Bekawan) dikaitkan dengan kisah keturunan Datuk Kelambai, yang kental dengan nuansa sejarah lisan setempat. |
Saat ini, Pemerintah Desa Bekawan terus berupaya mempromosikan tradisi menongkah kerang sebagai festival tahunan dan potensi wisata edukasi.